Kamis, 25 Oktober 2012

MAKNA KONOTATIF

Nama : Suherni
NPM  : 26210722
Kelas  : 3eb19


     Konotatif berarti makna kias, bukan makna sebenarnya. Sebuah kata dapat berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma masyarakat tersebut. Makna konotasi dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Dalam kalimat “Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono berebut kursi presiden.” Kalimat tersebut tidak menunjukkan makna bahwa Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono tarik-menarik kursi karena kata kursi berati jabatan presiden.
            
       Dapat ditegaskan bahwa manka konotatif cenderung bersifat subjektif. Makna kata ini lebih banyak digunakan dalam situasi tidak formal, misalnya : dalam pembicaraan yang bersifat ramah tamah, diskusi tidak resmi, kekeluargaan, dan pergaulan.
Perhatikan contoh di bawah ini :
  1. Laporan Anda harus diserahkan selambat-lambatnya 1 Juni 2004. (denotasi)
  2. Laporan Anda belum memenuhi sasaran. (konotasi)
  3. Laporan Anda sudah mencapai target yang ditentukan, menggunakan data yang akurat, menyerahkan hasil tepat waktu, dan memberikan masukan yang sangat diperlukan bagi kebijakan selanjutnya. (denotasi)
  4. Penulis memanjatkan puji syukur atas selesainya laporan ini. (konotasi)
  5. Kepada Tuhan penulis mengucapkan puji syukur atas penyelesaian laporan ini dengan baik dan tepat waktu. (denotasi)
Semoga artikel tentang pengertian Konotatif di atas bisa bermanfaat bagi kamu yang membutuhkan.
sumber :
·         buku bahasa indonesia, oleh Widjono Hs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar